Film “Pelangi Di Merapi” [documentary]

Masih ingat bencana erupsi Merapi 2010? yah, erupsi berkepanjangan (Uninteruption Eruption) itu telah memporakporandakan kehidupan di lereng Gunung Merapi. sedikitnya 2.271 rumah yang tersebar di 14 desa dari tiga kecamatan mengalami rusak parah. Ribuan manusia kehilangan harta, benda, hewan ternak dan pekerjaan sehari-hari. Bencana ini menyisakan puing-puing dan kepedihan yang mendalam.

Film Pelangi Di Merapi dalam bangkitnya warga lereng gunung Merapi

Bencana telah berlalu, Aktivitas ekonomi di lereng gunung merapai berangsur normal kembali. Warga di daerah ini berkegiatan ekonomi lagi untuk menyambung hidup mereka setelah lebih dari satu bulan di pengungsian. warga yang rumahnya tidak terlalu rusak mulai berjualan makanan dan minuman ringan serta kebutuhan rumah tangga lainnya. Sedangkan warga yang rumahnya rusak parah atau hancur berjualan dengan cara asongan karena hingga saat ini kawasan bencana Merapi tersebut terus dikunjungi masyarakat dari berbagai daerah.

“Setiap hari kami membutuhkan uang tunai untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, jika tidak mencari alternatif pendapatan maka kami akan kesulitan,” kata salah seorang warga.

Desa wisata yang luluh lantak dan hanya menyisakan puing-puing tetap dikelola oleh warga sekitar. Dengan keunggulan utama berupa keunikan alam pasca erupsi (tracking volcano), warga mengelola desa wisata ini dari lokasi pengungsian. Meski tinggal puing-puing, warga masih tetap bersemangat untuk membangun kembali desa wisatanya dan segera bangkit.

Melihat begitu besarnya semangat warga untuk lepas dari keterpurukan ini, maka pada bulan Januari 2011 kami berinisiatif memproduksi film dokumenter yang berjudul “Pelangi Di Merapi” dengan harapan film ini akan memberikan wacana baru bagi para korban (Survivor) bahwa bencana yang telah meluluh lantakkan desanya adalah ujian sesaat yang diberikan Tuhan YME dan harus di terima dengan lapang dada. Kami percaya bahwa media audiovisual, seperti film dokumenter, merupakan salah satu media kampanye perubahan sosial yang bisa diandalkan. Pada konteks ini, kami menjadikan film dokumenter sebagai alat komunikasi untuk pembelajaran agar tumbuh kesadaraan, kerelaan, keikhlasan atas bencana yang telah terjadi dan realita yang harus dihadapi. Dengan demikian, beban psikologis seperti trauma, rasa putus asa bisa di minimalkan.

SINOPSIS

Film ini diawali dengan sebuah tembang lagu “Si Gunung Merapi” oleh Ny. Tri Widijati (Pengungsi dari desa Parak Sari kec. Cangkringan) dengan latar visual pemandangan gunung Merapi pasca bencana erupsi. Kemudian secara bergantian Rini dan Mbah Cipto akan menceritakan beberapa kejadian yang mereka alami pada saat bencana erupsi menghantam desanya. Bagaimana mereka bertahan dalam menjalani masa-masa sulit selama di pengungsian?

Setelah kawasan lereng gunung Merapi dinyatakan aman dan dibuka untuk masyarakat umum, Rini 24 tahun, mencoba mencari peruntungan dengan berjualan makanan dan minuman di pekarangan rumahnya. Sedangkan Mbah Cipto kembali berjualan soto di atas reruntuhan bangunan rumahnya yang telah rata dengan tanah. Di pagi hari mereka menatap mimpinya dengan mendirikan warung / tenda darurat untuk di jajakan kepada pengunjung / wisatawan yang memadati wisata baru yaitu tracking volcano. Di sore hari, mereka berkemas-kemas menuju peraduan daruratnya yaitu pengungsian.

Setelah beberapa hari berjualan, Rini dan Mbah Cipto menemukan secercah harapan baru, mimpi-mimpi baru. Rupiah yang terkumpul membuat mereka lebih bersemangat dan melupakan trauma bencana yang telah mengubur masa depan mereka sebelumnya. Mimpi cita-cita lenyap hanya sesaat. Dengan berdoa serta usaha sekuat tenaga mereka yakin bahwa kehidupan akan hadir kembali di gunung Merapi.


		
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: