Sebuah Perjalanan dan Karya Seorang putra Bangsa [In Memoriam] Alm. H. Achmad Moed’har Syah

Awal Februari 2012 saya membaca status blackberry messengernya mbak Vivi yang bertuliskan “Innalillahi wainnalillahi rajiun”. Mendengar berita duka itu saya lantas menayakan siapa gerangan yang meninggal dunia. Mbak Vivi menjawab, kakek saya yaitu Pak Har. orang yang tidak begitu saya kenal namun saya masih dapat mengingat betul sosok beliau. spontan saya mengucapkan belasungkawa yang teramat dalam, semoga amal ibadah beliau diterima disisi-Nya.. Amin. Niat dalam hati ingin hadir di pemakaman beliau, tapi karena kesibukan kantor membuat saya tak berkutik dan hanya bisa mengucapkan bela sungkawa (SMS) pada keluarga yang ditinggalkan. Satu minggu kemudian pak Koko, putra Almarhum menelpon saya. bermaksud untuk memproduksi video dokumenter tentang almarhum. bla bla bla… singkat cerita saya bersedia mengerjakan project dokumenter tersebut, meski waktu pengerjaannya tak lebih dari 20 hari. Wow… suatu pekerjaan yang memerlukan ekstra energi dan konsentrasi tingkat tinggi (tentunya hanya professional yang mampu mengerjakan… hahaha sok pede:D).

Sekilas tidak ada yang spesial. Saya berfikir ini seperti project creative video lainnya. namun setelah semua data dan fakta terkumpul, saya justru merasa beruntung sekali dipercaya mengerjakan Dokumenter sosok Almarhum ini. Yang berarti saya harus banyak menggali informasi tentang Pak Har yang selama hidupnya banyak berbuat kebaikan pada sesama tanpa pandang bulu. disinilah cerita akan saya mulai.

Lahir dari keluarga muslim yang taat dan sederhana.

Nama lengkapnya adalah H. Achmad Moed’har Syah atau biasa dipanggil Pak Har. beliau lahir pada tanggal 25 Desember 1945 tepatnya di desa Gosari kecamatan Ujung Pangkah, Gresik Jawa Timur. Ia anak pertama dari dua bersaudara yang dilahirkan dari pasangan H. Syamsul Hadi dan Hj. Romlah. Ayah nya dikenal sebagai tokoh masyarakat yang disegani sedangkan Ibunya adalah seorang Ibu yang pandai berdagang.

Di masa mudanya Ia dikenal sangat mudah bergaul dengan siapa saja dan dari kalangan apa saja sehingga  ia cukup dikenal bukan hanya di sekitar Desanya melainkan di Desa-desa lain bahkan sampai ke kota Gresik dan Surabaya.

Pak Har adalah sosok yang disiplin, pekerja keras, fanatik, tegas dan memiliki prinsip yang kuat. Kritis dan sangat detail dalam segala hal khususnya masalah keuangan. Dalam memutuskan sesuatu, jika beliau setuju biasanya langsung diungkapkan dengan tegas namun jika tidak setuju, beliau akan menunjukkan sikap diam dan apabila didesak maka akan keluar kata “tidak”.

Pak Har adalah figur pemimpin yang berani dan gaya bicaranya blak-blakan tanpa basa-basi mengalir sesuai apa yang dipikirkannya. Insting yang tajam dan petunjuk2 melalui mimpi selalu menyertai Almarhum dalam menghadapi berbagai macam permasalahan yang dihadapinya.

Pak Har adalah sosok seorang Bapak yang sangat menyayangi keluarganya. Kebiasaannya membawakan oleh2 makanan khas Gresik setiap kali datang ke rumah anak2nya di Jakarta tidak hilang dan tetap konsisten dilakukan sampai masa2 akhir hidupnya.

Selain itu sifat bergurau dan menolong orang adalah kesenangannya sedangkan mengundang makan dan membuat orang lain senang adalah hobby nya sejak dulu.

Awal Karir dan Perubahan Sejarah

Pada tahun 1966, Pak Har memulai “karier usahanya” dengan berdagang PALAWIJA yaitu jagung, kedelai, kacang tanah dan sejenisnya yang dikumpulkan dari petani-petani desa sekitar dan kemudian dijual ke pedagang-pedangan besar di kota. Usaha ini berkembang pesat sampai akhirnya bisa membeli satu unit truck yang diberi nama POLOWIJO.

Setelah sukses berdagang PALAWIJA, Pak Har mulai berfikir untuk membuka usaha yang bisa berjalan secara “kontinyu” sepanjang tahun tanpa bergantung dengan musim panen. Akhirnya pada tahun 1973, Pak Har mulai menggeluti usaha pengelolaan tambang Dolomit di area Gunung Sekapuk, Gosari, dan Banyurip.

Disinilah awal mula Pak Har menjadi “pelopor” yang mengenalkan manfaat “batuan dolomit” untuk keperluan bahan baku industri dan pada tahun 1974 Pak Har mendirikan “Pabrik penggilingan dolomit pertama”didaerah Sekapuk. Seiring dengan meluasnya pemakaian “batuan dolomit”  membuat Pak Har kwalahan menghadapi permintaan pasar sehingga pada tahun 1978 Pak Har dibantu adiknya H. Achmad Djauhar Arifin mendirikan pabrik Dolomit berskala besar bernama PT. Polowijo Gosari.

Di perusahaan inilah ribuan orang menggantungkan hidupnya dan dari waktu ke waktu, PT. Polowijo Gosari telah memberikan kontribusi yang “significant” dalam membangun kesejahteraan masyarakat luas khususnya mensejahterakan daerah sekitar yang semula merupakan daerah tertinggal.

Wah kalau diceritakan semuanya disini jadi kurang seru nih. mending lihat videonya saja…

Yah, itulah Pak Har. Seorang putra bangsa yang banyak memberikan kontribusi bagi masyarakat Gresik dan sekitarnya. Kepergiannya meninggalkan duka yang teramat dalam bagi keluarga maupun masyarakat sekaitarnya. Ribuan orang kehilangan sosok pemimpin yang menjadi panutan.

Semoga Perjalanan dan karyanya dapat menginspirasi kita semua dan bermanfaat untuk sesama…

Selamat jalan Pak Har… Selamat Jalan!

———–

Directed by. Agoessam

Produksi : Bintang Pagi Production 2012

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: