Archive for the ‘ Portrait of Indonesia ’ Category

Kumpulan Aerial Cinematography 2013

Here’s something you can know about what we are doing arround lately

Aerial Cinematography 2013

for more information please call

Agoessam, 087851187118

ags_sam@yahoo.com

Advertisements

Kumpulan Creative Video Project 2013

Here’s something you can know about what we are doing arround lately

for more information please call

Agoessam, 087851187118

ags_sam@yahoo.com

Pulau Lengkuas, Indonesia – Aerial cinematography

Pulau Lengkuas adalah salah satu primadona pariwisata di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Pulau ini merupakan satu dari ratusan pulau yang mengelilingi Pulau Belitung. Daya tarik utama di pulau ini adalah sebuah mercusuar tua yang dibangun oleh pemerintah Kolonial Belanda pada tahun 1882.  Hingga saat ini, mercusuar tersebut masih berfungsi dengan baik sebagai penuntun lalu lintas kapal yang melewati atau keluar masuk Pulau Belitung.Secara spesifik, lokasi Pulau Lengkuas ini berada di sebelah utara Pantai Tanjung Kelayang, Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung. Keindahan panoramanya yang dihiasi dengan banyaknya batu granit yang unik, pasir putih dan air laut yang jernih menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang berkunjung ke Pulau Belitung.
Aerial Cinematography, Lengkuas Island 2013

Aerial filming by. Bintangpagi production 2013
Pilot RC by. Agoessam
Www.bintangpagi.com

Sekilas Tentang Foto Udara dan Aerial Sinematografi

Aerial berarti udara. Aerial fotografi atau sinematografi adalah pengambilan gambar (shoot) dari udara, baik menggunakan pesawat, helicopter maupun helicam atau pesawat tanpa awak (UAV).  yang tujuannya adalah untuk menciptakan sudut pandang yang lebih spektakuler dan dramatis. Aerial foto / video sangat berbeda dengan pengambilan gambar di darat, karena itu fotografer/sinematografer dituntut memiliki kemampuan yang lebih selain teknis fotografi / sinematografi. Bagi kami, mengambil gambar dari udara atau aerial fotografi tidak sebatas untuk meng-capture gambar saja. tetapi kami juga memperhatikan faktor pencahayaan, sudut pandang (angle) maupun movement camera agar hasil yang didapat terlihat lebih indah dan spektakuler.

image_003

Kebanyakan para sinematografer untuk mengambil video udara biasanya mereka menyewa sebuah helicopter dan menempatkan seorang kameramen. Hal ini jelas mahal, oleh sebab itu hanya rumah produksi yang ternama saja yang mampu menyajikan film dengan suguhan shoot-shoot dramatis seperti aerial video. Disini, kami memperkenalkan sebuah teknik baru dalam aerial sinematografi, yaitu dengan menggunakan pesawat remote control berupa Multicopter dengan kamera yang terpasang di badannya untuk mengambil foto  maupun aerial video. Dengan demikian biaya untuk membuat aerial footage dapat ditekan sedemikian rupa serta memberi kemewahan tersendiri pada hasil karya sinematografi.

APA YANG KAMI LAKUKAN ?

Basic kami adalah fotografer dan sinematografer yang memililki pengalaman dengan teknik pengambilan gambar video & photo di darat maupun diudara. Jadi bila anda membutuhkan jasa aerial sinematografi, kami memang orang-orang yang berkompeten di bidang ini. berikut ini adalah beberapa showreel aerial cinematography kami…

Kami merancang pesawat sistem UAV (Unmanned Aerial Vehicle) yang secara khusus didesain untuk mengambil aerial footage dengan kualitas gambar yang bagus. Kamera dan pesawat yang kami gunakan  terintegrasi dengan GPS sistem sehingga lebih mudah dikendalikan, aman dan tentunya akan lebih maksimal untuk bermanuver terbang rendah dengan obyek. Dalam setiap operasi pengambilan gambar dari udara, operator dan pilot kami juga dapat melihat secara riil gambar yang ditangkap oleh pesawat. dengan menggunakan wireless video system, klien bisa melihat langsung gambar (live shoot) yang dikirim dari pesawat ke ground station.

Seluruh armada UAV kami pun didesain secara professional, bisa di-packing dalam sebuah hardcase untuk pengambilan gambar di daerah terpencil. Kami berpengalaman mengambil gambar udara di seluruh wilayah Indonesia dari wilayah perkotaan sampai area terpencil di wilayah Indonesia.

untuk informasi lebih lanjut bisa menghubungi :

Agoessam, 087851187118

Email : ags_sam@yahoo.com

http://www.bintangpagi.com

Ranu Kumbolo [Song of the Water on the hill’s side]

Ranu Kumbolo adalah danau yang terletak di gunung Semeru. Danau ini menjadi bagian dari Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BTS). Tepatnya berada di jalur pendakian Gunung Semeru (3676 Mdpl), gunung tertinggi di pulau Jawa. Seperti Danau Kawah Ijen, Segara Anak Rinjani, dan Danau Toba, Ranu Kumbolo merupakan salah satu danau indah yang berada di ketinggian, dan menjadi bagian dari gunung berapi yang termasuk bagian dari Ring of Fire Indonesia. keindahannya benar-benar mempesona.

Photo by. Agoessam

Ranu Kumbolo merupakan salah satu pos peristirahatan favorit saya ketika sedang mendaki Gunung Semeru. Tanah lapang yang luas di pinggiran danau, suasana yang tenang, dan keindahan alam yang tersaji di sekitarnya merupakan alasan utama saya untuk membuka tenda di tempat ini sebelum kembali melanjutkan perjalanan panjang mencapai puncak Gunung Semeru (Puncak Mahameru, Kawah Jonggring Saloka).

Berada di Ranu Kumbolo kita seakan-akan diajak berfantasi bahwa inilah tempat terindah di dunia. Bagaimana tidak, di tengah ketinggian, dalam suasana yang sunyi, dan udara dingin yang menusuk kulit, adakah yang lebih indah daripada memandangi hamparan luas air danau berwarna kehijauan yang kadang beriak tenang saat permukaannya “tertampar” halus tiup angin? Belum lagi saat tiupan angin gunung menerpa daun-daun cemara hutan (Casuarina jungjuhniana) yang tumbuh berjejer rapi di sekelilingnya menimbulkan suara bak nyaian alam yang menggetarkan jiwa. Syahdu. Sangat. [coba simak video dibawah ini]

Jika semua itu belum cukup, bermalamlah di tempat ini, lalu bangunlah pagi-pagi sekali, dan tunggu matahari terbit. Sinar jingga kemerahan sang mentari ketika mulai menerangi bumi menembus melalui celah perbukitan di salah satu sudut Ranu Kumbolo, memantulkan cahaya keemasan, menyorot indah siluet pemandangan alam sekitar yang memantul di permukaannya. Sebuah momen yang membuat siapa pun menyaksikannya pasti sangat bersyukur bahwa Sang Pencipta telah menaruh tempat yang sangat indah ini di bumi khatulistiwa, negeri kita tercinta, Indonesia…. (bersambung…)

photo by. agoessam

Film “Pelangi Di Merapi” [documentary]

Masih ingat bencana erupsi Merapi 2010? yah, erupsi berkepanjangan (Uninteruption Eruption) itu telah memporakporandakan kehidupan di lereng Gunung Merapi. sedikitnya 2.271 rumah yang tersebar di 14 desa dari tiga kecamatan mengalami rusak parah. Ribuan manusia kehilangan harta, benda, hewan ternak dan pekerjaan sehari-hari. Bencana ini menyisakan puing-puing dan kepedihan yang mendalam.

Film Pelangi Di Merapi dalam bangkitnya warga lereng gunung Merapi

Bencana telah berlalu, Aktivitas ekonomi di lereng gunung merapai berangsur normal kembali. Warga di daerah ini berkegiatan ekonomi lagi untuk menyambung hidup mereka setelah lebih dari satu bulan di pengungsian. warga yang rumahnya tidak terlalu rusak mulai berjualan makanan dan minuman ringan serta kebutuhan rumah tangga lainnya. Sedangkan warga yang rumahnya rusak parah atau hancur berjualan dengan cara asongan karena hingga saat ini kawasan bencana Merapi tersebut terus dikunjungi masyarakat dari berbagai daerah.

“Setiap hari kami membutuhkan uang tunai untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, jika tidak mencari alternatif pendapatan maka kami akan kesulitan,” kata salah seorang warga.

Desa wisata yang luluh lantak dan hanya menyisakan puing-puing tetap dikelola oleh warga sekitar. Dengan keunggulan utama berupa keunikan alam pasca erupsi (tracking volcano), warga mengelola desa wisata ini dari lokasi pengungsian. Meski tinggal puing-puing, warga masih tetap bersemangat untuk membangun kembali desa wisatanya dan segera bangkit.

Melihat begitu besarnya semangat warga untuk lepas dari keterpurukan ini, maka pada bulan Januari 2011 kami berinisiatif memproduksi film dokumenter yang berjudul “Pelangi Di Merapi” dengan harapan film ini akan memberikan wacana baru bagi para korban (Survivor) bahwa bencana yang telah meluluh lantakkan desanya adalah ujian sesaat yang diberikan Tuhan YME dan harus di terima dengan lapang dada. Kami percaya bahwa media audiovisual, seperti film dokumenter, merupakan salah satu media kampanye perubahan sosial yang bisa diandalkan. Pada konteks ini, kami menjadikan film dokumenter sebagai alat komunikasi untuk pembelajaran agar tumbuh kesadaraan, kerelaan, keikhlasan atas bencana yang telah terjadi dan realita yang harus dihadapi. Dengan demikian, beban psikologis seperti trauma, rasa putus asa bisa di minimalkan.

SINOPSIS

Film ini diawali dengan sebuah tembang lagu “Si Gunung Merapi” oleh Ny. Tri Widijati (Pengungsi dari desa Parak Sari kec. Cangkringan) dengan latar visual pemandangan gunung Merapi pasca bencana erupsi. Kemudian secara bergantian Rini dan Mbah Cipto akan menceritakan beberapa kejadian yang mereka alami pada saat bencana erupsi menghantam desanya. Bagaimana mereka bertahan dalam menjalani masa-masa sulit selama di pengungsian?

Setelah kawasan lereng gunung Merapi dinyatakan aman dan dibuka untuk masyarakat umum, Rini 24 tahun, mencoba mencari peruntungan dengan berjualan makanan dan minuman di pekarangan rumahnya. Sedangkan Mbah Cipto kembali berjualan soto di atas reruntuhan bangunan rumahnya yang telah rata dengan tanah. Di pagi hari mereka menatap mimpinya dengan mendirikan warung / tenda darurat untuk di jajakan kepada pengunjung / wisatawan yang memadati wisata baru yaitu tracking volcano. Di sore hari, mereka berkemas-kemas menuju peraduan daruratnya yaitu pengungsian.

Setelah beberapa hari berjualan, Rini dan Mbah Cipto menemukan secercah harapan baru, mimpi-mimpi baru. Rupiah yang terkumpul membuat mereka lebih bersemangat dan melupakan trauma bencana yang telah mengubur masa depan mereka sebelumnya. Mimpi cita-cita lenyap hanya sesaat. Dengan berdoa serta usaha sekuat tenaga mereka yakin bahwa kehidupan akan hadir kembali di gunung Merapi.


							

Misteri Indahnya Gunung Argopuro (bagian 1)

Siapa yang tidak mengenal keindahan gunung Argopuro? Bagi para pendaki gunung ini merupakan salah satu tujuan favorit dalam pendakian. Pemandangannya sangat menawan. Kebetulan saat kami mendaki pada saat itu musim hujan jadi saya benar-benar merasakan situasi yang berbeda dengan musim kemarau.

Kami berangkat dari baderan. Seperti biasa, ritual berdo’a selalu kami lakukan sebelum memasuki arena hutan belantara. Bonze memimpin doa saya dan Laura mengikuti serta Paap (porter) juga terlihat khusuk. Perjalanan hari ini akan menempuh waktu kurang lebih 6 jam. Sepanjang itu pula kami dimanjakan dengan pemandangan yang indah. Awan yang sedikit mendung menambah semangat perjalanan kami.

lanscape argopuro mountain

Sepanjang jalan kami di manjakan dengan pemandangan alam yang mempesona. Hutan belantara nan lebat menjadi teman setia kami. Ditambah hujan rintik-rintik dan kabut tebal terkadangmenghadang laju kami sesaat. Dari atas bukit nampak beberapa petani turun gunung setelah mendapatkan sepikul rumput segar. Wah dapat banyak nih pak rumputnya… sapaku pada seorang petani yang melintas di tempat persinggahan kami yaitu pos II.

photo by. agoessam 2011

photo by. agoessam 2011

Pemandangan di argopuro mountain, photo by. agoessam 2011

Setelah menempuh perjalanan sekitar 6 jam, akhirnya kami sampai di Mata Air I. kami berkemah ditempat ini. Tidak banyak yang bisa kami ceritakan di Mata Air I karena lokasinya sedikit terhalang bukit dan banyak jurang di tempat kami berkemah. Setelah menyantap makan malam yang disajikan Bonze & Paap, kamipun menjamah malam dalam rintikan hujan… Zzzzzzrrrr… rasa capek, pegal dan dingin hilang dalam sekejap.

Mata Air I, Argopuro Mountain 2011

Mata Air I, Argopuro Montain 2011

Pagi hari, setelah breakfast kami melanjutkan perjalanan ke Cikasur.  Tempat yang dikenal dengan sebutan “Heaven on Eart”. Yah, surganya dunia begitulah kataku. Tempat dengan padang savanna yang luas dan panorama yang indah dan bukit-bukit mengelilingi tempat saya berdiri… (bersambung)