Archive for the ‘ Video Work ’ Category

Kumpulan Aerial Cinematography 2013

Here’s something you can know about what we are doing arround lately

Aerial Cinematography 2013

for more information please call

Agoessam, 087851187118

ags_sam@yahoo.com

Advertisements

Kumpulan Creative Video Project 2013

Here’s something you can know about what we are doing arround lately

for more information please call

Agoessam, 087851187118

ags_sam@yahoo.com

Pulau Lengkuas, Indonesia – Aerial cinematography

Pulau Lengkuas adalah salah satu primadona pariwisata di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Pulau ini merupakan satu dari ratusan pulau yang mengelilingi Pulau Belitung. Daya tarik utama di pulau ini adalah sebuah mercusuar tua yang dibangun oleh pemerintah Kolonial Belanda pada tahun 1882.  Hingga saat ini, mercusuar tersebut masih berfungsi dengan baik sebagai penuntun lalu lintas kapal yang melewati atau keluar masuk Pulau Belitung.Secara spesifik, lokasi Pulau Lengkuas ini berada di sebelah utara Pantai Tanjung Kelayang, Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung. Keindahan panoramanya yang dihiasi dengan banyaknya batu granit yang unik, pasir putih dan air laut yang jernih menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang berkunjung ke Pulau Belitung.
Aerial Cinematography, Lengkuas Island 2013

Aerial filming by. Bintangpagi production 2013
Pilot RC by. Agoessam
Www.bintangpagi.com

Repost : Dokumenter Televisi, Bukan Sekadar Dokumentasi

Pelbagai acara televisi di berbagai kanal seolah mengatakan “tonton kami, tonton kami!” Dan pada akhirnya hanya tontonan menariklah yang akan menjadi pilihan pemirsa. Itupun mereka belum tentu setia mengikuti acara televisi hingga akhir acara. Ketidaksetiaan itu dipengaruhi oleh berbagai alasan, dan alasan paling umum biasanya acara tak menarik untuk diikuti sampai selesai. Maka dalam hitungan sepersekian detik penonton dengan mudah akan mengganti kanal atau saluran televisi.

Seringkali acara televisi memiliki segment tertentu, ketertarikan acara televisi dipengaruhi oleh minat penonton karena berbagai hal di antaranya faktor usia, latar belakang pendidikan, gender, dan status ekonomi sosial. Karenanya para kreator acara televisi akan memperhatikan unsur tersebut. Akan tetapi itu bukan segalanya karena kontent yang menariklah yang akan menjadi pilihan akhir.

Informasi, Edukasi, Hiburan!

Televisi apapun itu selalu terkait dengan tiga hal besar, ia harus memiliki unsur informasi, edukasi, dan hiburan. Dan unsur terakhir rupanya merupakan rumusan yang tak boleh dihindari, bahkan untuk jenis acara apapun. Ya, nyatanya acara televisi mesti menghibur. Kenapa unsur hiburan itu penting? Karena sebagian besar penonton tak menganggap serius apa yang ditayangkan di televisi. Lalu bagaimana untuk acara-acara televisi non hiburan? Medium is messege. Televisi sebagai media adalah pesan itu sendiri. Karenanya acara yang mengandung unsur informasi dan edukasi juga memiliki tempat. Acara berita tenntu saja, kanal-kanal televisi berita memiliki penontonnya sendiri. Demikian juga dengan acara yang memiliki unsur edukasi. Walaupun nyatanya tak seelok acara berita dan hiburan. Sebut misalnya Blomberg TV, LiTV, Deutche Welle, dan E-TV yang memiliki banyak acara edukasi, ia juga memiki penontonnya sendiri.

foto: art.stanford.edu

foto: art.stanford.edu

Dokumenter TV vs Acara Lain

Di antara format acara televisi yang memiliki kekhasan dan memiliki penonton tersendiri ialah dokumenter. Sebetulnya dokumenter televisi merupakan salah satu format acara televisi paling awal era tayangnya televisi itu sendiri, namun berbagai format baru nyaris saja menggilas acara ini utamanya acara dengan format hiburan seperti sinetron, gameshow, music show, talent hunting atau ajang pencarian bakat, dan quiz. Karenanya para kreator dokumenter televisi mesti berpikir keras bagaimana agar dokumenter televisi bisa tetap menjadi tontonan menarik, bahkan memiliki ketiga unsur tadi yakni memberikan informasi, ada unsur edukasi, serta menghibur. Maka kanal-kanal televisi dokumenter bisa masih eksis, Discovery Channel sebagai salah satu televisi yang mengkhususkan pada acara dokumenter melahirkan kanal-kanal baru yang lebih spesifik seperti Discovery Kid dan Discovery Family.

foto: publicaffairs.ubc.ca

foto: publicaffairs.ubc.ca

Realitas dan Kreativitas

Dua hal yang paling khas dam dokumenter televisi ini tak bisa dipisahkan, realitas atau kenyataan alias bukan fiksi serta kreativitas, yaitu bagaimana agar sesuatu yang ada dalam kenyataan ini bisa didesain sedemikian rupa dengan sekreatif mungkin oleh para pembuat dokumenter televisi. Karenanya dokumenter sering disebut sebagai perlakuan kreatif atas realitas.

Bisa jadi inilah yang menjadi titik poin kenapa dokumenter televisi di Indonesia masih belum menjadi acara unggulan kecuali di beberapa televisi seperti MetroTV, TVOne, KompasTV dan terakhir NET. Kreatifitas semestinya tanpa batas agar dokumenter tak menjadi acara yang membosankan. Ada beberapa faktor kenapa ini tak terjadi secara baik di televisi yang ada di Indonesia. Kreativitas akan berkaitan dengan sumber daya manusia alias yang terlibat pada pembuatan dokumenter tersebut. Data sebagai salah satu hal yang sangat penting seringkali diabaikan. Data yang kemudian diolah menjadi fakta karena riset masih dirasa minim.

foto: netmedia.co.id

foto: netmedia.co.id

Hal lain yang tak kalah penting adalah menyangkut ide dan tema. kita mungkin sering melihat tema yang diangkat dalam dokumenter televisi kita masih kurang beragam, cenderung itu-itu saja.

Sekadar Dokumentasi

Mungkin ini kritik yang agak berlebihan, tapi dengan berat hati saya sampaikan nyatanya dokumenter televisi kita masih banyak yang sekadar dokumentasi. Separah itukah? Semoga tidak demikian ke depannya, setidaknya kabar baik itu bisa kita lihat pada dokumenter televisi di KompasTV dan NET. Namun secara umum memang dokumenter televisi kita jauh dari apa yang dikatakan di atas, perlakuan kreatif atas realitas. Alih-alih kreativitas yang tinggi, beberapa serial dokumenter televisi kita masih minim akan riset. Ini bisa kita temui misalnya ketika kita menonton dokumenter televisi di tv kita minim akan informasi sehingga informasi yang disuguhkan cenderung dangkal.

Ditinggalkan atau Mengejar

Pilihannya hanya ada dua, dokumenter televisi kita akan ditinggalkan atau dibuat sedemikian rupa menarik dengan mengejar program-program yang jauh lebih dahulu diminati penonton. Berat memang, dokumenter televisi tak bisa sedramatis sinetron atau FTV yang memang naskahnya dibuat berdasar khayalan. Namun bukan berarti dokumenter tidak bisa menarik. Hal-hal teknis yang bisa dilakukan pada program lain bisa juga diterapkan pada dokumenter televisi. Untuk videografi atau pengambilan gambarnya, dokumenter televisi di NET sudah lumayan bahkan bagus menyusul dokumenter yang ada di KompasTV. Keindahan gambar pada dokumenter televisi tidak kalah dengan gambar-gambar yang ada di sinetron. Namun masih ada yang mesti diperbaiki yakni konten atau isi acara. Riset menjadi teramat penting dilakukan oleh para pembuat dokumenter televisi. Tentu saja bukan riset yang ala kadarnya. Demikian juga dengan tema. Dari Aceh hingga Papua, dengan keberagaman hayati, sosial, seni, dan budaya sepertinya tak akan pernah kurang. Subyek dan obyek yang itu-itu saja apalagi misalnya tempat yang sudah sangat familiar tentu akan menjadi membosankan jika itu terus diulang. Artinya para kreator jangan terjebak dengan hal yang itu-itu saja. Keberagaman dan pelbagai potensi alam serta aspek sosial di dalamnya merupakan modal yang sangat besar. Lalu beranikah para pembuat dokumenter mulai melirik tema lain yang tak sekadar ikut-ikutan dengan hasil dokumenter televis yang pernah dibuat sebelumnya?

gambar: nationalgeographic.co.id

gambar: nationalgeographic.co.id

Lokal untuk Global!

Ini barangkali kelemahan lain para pembuat dokumenter televisi kita, mereka membuat acara dokumenter memang untuk ditayangkan di tv lokal, nasional, atau berjaringan nasional. Jadi membuat dokumenter hanya berdasar yang “diinginkan” lokal saja. Barangkali akan beda jika para pembuat dokumenter berpikir bahwa kelak hasil dokumenter televisi tersebut akan ditayangkan secara internasional seperti halnya National Geographic atau Discovery Channel. Karena dengan ditayangkan luas di berbagai negara, secara kualitas juga akan memenuhi standar internasional. Quality control yang mereka lalkukan sangat ketat, baik aspek teknis maupun konten. Jadi, buatlah acara dokumenter televisi konten lokal yang (akan) ditayangkan di televise jaringan mancanegara. Selamat berkreativitas!

Sumber : https://dikiumbara.wordpress.com/2013/08/30/dokumenter-televisi-bukan-sekadar-dokumentasi/

You can’t buy Creativity, you have to inspire it

From a conventional management perspective, it probably sounds like common sense.
but to anyone who understands the nature of creativity and what motivates creative people.
it’s a recipe for disaster.
but when you are focused on a reward
you are not focused on the work itself.
you have to love what you do!

relying on extrinsic motivations has a negative impact on creativity
you cant buy creativity, you have to inspire creativity

creative

Seni Foto Udara

Salah satu objek yang menarik dalam seni fotografi adalah Aerial Fotografi atau seni foto udara, sebab di posisi ketinggian itulah anda dapat menciptakan angle-angle yang lebih dramatis. yang lebih menarik lagi pada saat melihat dari ketinggian anda bisa menemukan sudut pandang yang tidak bisa anda bayangkan sebelumnya. dalam aerial fotografi, fotografer harus terampil karena framing gambar dari ketinggian memerlukan kejelian untuk dapat mencapai perspektif yang benar. Foto udara memiliki berbagai macam kegunaan, salah satunya adalah pembangunan lahan atau property, pembangunan infrastruktur seperti jembatan, jalan atau sarana umum lainnya. bahkan untuk keperluan komersiil seperti pembuatan film, iklan televisi, video klip atau ide-ide kreatife lainnya.

Selain itu aerial foto  juga dapat digunakan untuk dapat memetakan peta dari suatu wilayah dan juga dapat digunakan untuk melakukan demografi yang ada dari masing-masing tempat. Dan biasanya digunakan oleh suatu badan pusat statistik untuk dapat melihat suatu peta dalam wilayah. Wilayah yang dapat dipetakan biasanya adalah merupakan jenis wilayah yang menarik buat para developer atau arsitek dalam membangun suatu wilayah. berikut ini adalah hasil aerial video pra project untuk 3D arsitek.

Hasil shoot diatas nantinya akan di typing dengan animasi tiga dimensi sehingga terciptalah bentuk riil sebuah arsitek dan bangunan yang sebenarnya. sarana ini akan sangat menguntukan bagi para developer untuk memasarkan kepada customer. bisa dikatakan promosi seperti ini akan lebih efisien dan menarik simpati para calon pembeli property. anda bisa melihat aplikasi 3D arsitek  dibawah ini…

 

 

Belajar Foto Udara

Jika anda menyukai aerial fotografi, maka anda dapat mempelajari beberapa teknik dan melakukan foto udara dari berbagai sudut. Untuk dapat melakukan foto udara yang baik, maka anda dapat mempelajari beberapa literature ataupun sumber referensi seperti website dan sebagainya, anda dapat melihat dari beberapa sisi yang terlihat menarik. begitupun sarana yang akan digunakan baik helicopter kionvensional, balon udara,maupun RC helicopter / multicopter.

Ada lagi salah satu teknik yang menarik dalam melakukan foto udara yang menarik adalah dengan menggunakan salah satu sudut yang terlihat agak mustahil, tetapi anda dapat melakukannya dengan baik, jika anda sering dalam melakukan foto udara dengan menggunakan foto 360 derajat. Meski dari sisi biaya untuk dapat melakukan foto udara terlihat agak mahal, tetapi dengan daya cakupan foto yang lebih luas, maka anda dapat menggunakan sarana foto udara agar terlihat efisien dan juga efektif.

…bersambung

Kumpulan Aerial Videography

Aerial Cinematography – showreel 2013
Showreel Cinematography – Dji Phantom + hexacopter
filming with Gopro HD2
survived to see and enjoy!
aerial video documentation of a factory, PT. Sumber Djaja Perkasa, Sidoarjo – East Java.
We Flight with multicopter and sony Nex5 camera
Flight distance average 100 – 600 feets
Aerial Cinematography – Land Developing “Gading Serpong”
Flight with Multicopter
Camera Sony Nex5 with 16mm
Aerial filming by. Bintang Pagi Production 2013
Project : Aerial cinematography – Land Developing
Client : Prioritas Land
Location : Ubud – Bali
Flight with Multicopter S-606 with GPS Nasa
Camera filmwing : Gopro HD2
Aerial filming by : Aerial Indonesia / http://www.bintangpagi.com
Test Flight my Phanthom
Filming with Gopro HD2 no camera gimbal
survived to see and enjoy!!
 
For further information
call us : 081751187118 / ags_sam@yahoo.com
http://www.bintangpagi.com